Tes Masuk TNI-POLRI : Tahapan Seleksi Fisik dan Kesemaptaan
Biasanya
dari 100 peserta tes, ada sekitar 25an peserta yang gugur dalam tes ini, atau
yang tidak lulus sekitar 25-30%. Penyebabnya beragam, bisa karena kurang
latihan, mental yang tidak kuat sehingga mudah menyerah, tidak tahu apa yang
diujikan sehingga salah melakukan gerakan, atau juga karena kondisi badan yang
kurang fit saat menjalani tes. So, kunci sukses tahap tes fisik adalah dengan
melakukan latihan secara rutin dan benar. Rutin artinya dilakukan secara
kontinu, dan benar artinya dilakukan dengan cara yang benar, waktu yang tepat,
dan tentunya bentuk latihan yang dilakukan juga harus mengacu pada jenis tes
yang ada. Idealnya latihan rutin dilakukan 4-5 bulan sebelum ujian kesamaptaan.
Seperti
apa saja kah ragam tes fisik (kesamaptaan)? Dan seperti apa bentuk latihan yang
baik dan benar? Berikut penjelasannya!
Lari 12 Menit
Lari
minimal 2,5 km dalam waktu 12 menit atau sekitar 5,5 kali putaran lapangan
sepak bola. Saat berlari tidak boleh berhenti. Dan bagi cewek usahakan sanggup
mengitari lapangan sepak bola sebanyak 4,5 kali. Tes ini memiliki point paling
tinggi, so kalian harus bisa memaksimalkannya. Teknisnya, peserta akan dibagi
menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok akan berlari bersama layaknya
lomba lari. Setelah tanda waktu berlari habis, setiap peserta harus
meninggalkan nomor dadanya di tempat terakhir dia berlari. Yang akan menjadi
penilaian di sini adalah jumlah jarak yang bisa ditempuh oleh setiap peserta
tes. Setiap kelebihan jarak yang bisa ditempuh akan diperhitungkan dalam
penilaian.
Hal
utama yang dilatih adalah keuletan dan ketahanan. Tes ini akan sukses bila
kalian sudah mempersiapkan diri jauh hari dengan rutin berlatih. Kuncinya
adalah pada pernapasan. Orang yang tidak terbiasa biasanya napasnya akan tidak
kuat jika menjalani tes ini. Persiapan yang bisa kalian lakukan adalah :
§
Hal-hal teknis saat berlatih yang perlu kalian
perhatikan antara lain :
ü
Pakailah pakaian olah raga, misal sepatu olah
raga, kaos, celana pendek
ü
Jika perlu bawalah alat pencatat waktu, misal
stop watch, jam digital, dll.
ü Pertama, jangan lupa berdo’a.
Kemudian, lakukan pemanasan sebelum berlari.
Pemanasan bisa berupa peregangan-peregangan otot, ataupun
lari-lari kecil.
ü Berlarilah pada lintasan yang terukur
dan dengan target. Misalnya medan latihan kalian adalah lapangan sepak bola,
maka berlarilah dengan target-target tertentu, misalkan seminggu pertama lari
ringan 4 kali keliling lapangan, seminggu kedua 5 kali putaran, dll.
ü Pada saat memulai pelaksanaan,
berlarilah dengan kecepatan sedang, kemudian berlarilah secara stabil sampai
selesai. Temukan irama napas sesuai dengan lari yang kalian lakukan. Ingat,
jangan paksakan diri bila napas tidak kuat.
ü Setelah lari selesai, jangan langsung
berhenti beristirahat. Berjalanlah secara santai dengan arah berlawanan pada
saat kalian lari. Kemudian lakukan pelemasan dulu baru bisa berhenti untuk
beristirahat.
§
Latihan sebaiknya dilakukan secara rutin
selama 3-4 bulan sebelum tes. Misalnya dilakukan setiap pagi atau sore hari.
Untuk memperkuat ketahanan fisik, bisa dilakukan pada siang hari. Berlatih
dengan porsi yang bertahap. Makin hari lintasan bisa makin panjang, tentunya
dengan kecepatan yang terukur dan konstan. Target utamanya adalah selama 12
menit bisa menempuh jarak minimal 2,5 km tanpa berhenti.
Tes Push UP
Penilaiannya
adalah banyaknya gerakan push up yang benar yang dapat dilakukan dalam waktu 1
menit. Idealnya, push up minimal 45 kali dalam satu menit dan makin banyak makin
baik. Untuk gerakan push up, terdapat perbedaan teknik pelaksanaan antara pria
dan wanita. Untuk wanita posisi lutut menempel pada lantai, sementara pada pria
gerakan dilakukan dengan seluruh tubuh.
Posisi
dimulai dari bawah, dimana jarak perut dan lantai adalah satu kepal (tidak
boleh menyentuh tanah). Lalu mulailah gerak naik turun yang bertumpu pada kedua
tangan dimana posisi kepala, tubuh dan kaki harus lurus. Posisi terendah adalah
ketika perut dan lantai berjarak satu kepal, dan posisi teratas adalah ketika
posisi lengan lurus. Inti dari gerakan ini adalah kekuatan lengan dan bahu.
Gerakan yang salah tidak akan mendapatkan point, misalnya perut menyentuh
tanah, kepala tidak ikut bergerak naik turun, posisi kepala, tubuh dan kaki
tidak lurus.
Persiapan
atau latihan yang bisa kalian lakukan adalah :
§
Lakukan pemanasan/peregangan sebelum memulai
§
Perhatikan posisi tangan jangan terlalu lebar
dan posisi kaki berjarak sekitar satu kepal.
§
Mulailah dari posisi bawah, lalu angkat badan
dengan kekuatan tangan. Ingat, jaga posisi kepala, tubuh dan kaki dalam keadaan
lurus.
§
Pada saat naik tarik napas dan pada saat turun
buang napas. Posisi kepala memalingkan ke kanan dan ke kiri pada saat posisi
turun. Dan jangan sampai perut menyentuh lantai.
§
Lakukan aktivitas ini berulang-ulang setiap
hari dengan porsi latihan bertahap meningkat, antara frekuensi 30-75 gerakan
naik-turun setiap menit. Target kalian adalah bisa melakukan gerakan push up
minimal 43 kali setiap menit.
§
Pilihlah tempat yang datar, namun bila kalian
ingin meningkatkan porsi latihan dan jumlah push up, kalian bisa memilih posisi
dimana posisi kaki lebih tinggi dari pada badan kita.
Tes Sit Up
Penilaiannya
adalah banyaknya gerakan sit up yang benar yang dapat dilakukan dalam waktu 1
menit. Idealnya, sit up minimal 41 kali dalam 1 menit (untuk pria) dan untuk
wanita sekitar 33 kali. Sit up adalah gerakan yang sangat mengandalkan kekuatan otot perut. Saat melakukan gerakan
ini, dagu harus menyentuh atau melewati tungkai. Dan pada saat telentang ke
belakang, kedua siku tangan harus menyentuh lantai.
Persiapan
atau latihan yang bisa kalian lakukan adalah :
§
Lakukan pemanasan/peregangan sebelum memulai
§
Siapkan matras atau tempat datar. Aktivitas
latihan bisa dilakukan sendiri ataupun dilakukan berpasangan.
§
Posisi badan telentang dengan posisi tangan
jari-jemari dikaitkan, dan diletakkan di belakang kepala (tidak boleh dilepas)
§
Posisi kaki menekuk dan telapak kaki menyentuh
lantai
§
Gerakan dilakukan dari posisi terlentang di
mana punggung menyentuh lantai.
§
Kemudian angkat badan dengan menggunakan
kekuatan otot perut. Dan ciumlah lutut ketika posisi kepala ada di atas. Cium
lutut kiri dan kanan secara bergantian setiap gerakan. Jaga posisi tangan tetap
berada di belakang kepala.
§
Lakukan berulang-ulang dengan target gerakan
minimal 41 kali setiap menit.
Tes Pul-Up
Bagi
kebanyakan orang, tes ini merupakan tes yang paling berat. So, harus kalian
latih benar-benar agar bisa memenuhi target. Kuncinya ada pada kekuatan tangan
dan bahu. Kurangnya latihan mengakibatkan tangan tidak memiliki kekuatan untuk
menarik tubuh ke atas. Yang menjadi penilaian adalah banyaknya gerakan benar
yang dapat dilakukan. Untuk mencapai nilai maksimal, target yang harus kalian
capai adalah minimal 18x dalam 1 menit. Adapun untuk wanita, tes pull up di
ganti dengan tes chinning dengan target minimal 60 kali dalam waktu 1 menit. Chinning (wanita) adalah gerakan dengan
cara berdiri di depan tiang mendatar, dengan kaki tetap menginjak tanah,
kemudian tarik badan maju-mundur dengan tumpuan tangan pada tiang mendatar.
Persiapan
atau latihan yang bisa kalian lakukan dalam latihan pul-up adalah :
§
Lakukan pemanasan/peregangan sebelum memulai
§
Persiapkan tiang pull up.
§
Untuk memulai latihan, dimulai dari posisi
bawah. Angkat tangan lalu loncatlah untuk menggapai tiang mendatar lalu
peganglah.
§
Posisinya adalah badan bergelantungan dengan
kedua tangan menggenggam tiang mendatar dengan posisi telapak tangan menghadap
ke arah badan.
§
Kaki dalam keadaan rileks dan tidak menyentuh
lantai.
§
Angkat atau tarik badan dengan menggunakan
kekuatan tangan hingga posisi leher sejajar dengan tiang mendatar. Saat badan
naik, tariklah napas kuat-kuat, dan pada saat badan bergerak turun, buanglah
napas pelan-pelan.
§
Sekali lagi, lakukan aktivitas ini setiap hari
dengan porsi bertahap. Tentunya dengan target akhir yang harus kalian capai
adalah minimal 18x dalam 1 menit.
Shuttle Run
Shuttle
run adalah lari dengan lintasan membentuk angka 8. Yang dinilai adalah jumlah
waktu yang ditempuh untuk menyelesaikan 3 putaran berbentuk angka 8 tanpa
menyentuh tiang. Idealnya 3x putaran dalam waktu 20 detik. Intinya, semakin
cepat maka poin yang kalian raih pun akan lebih besar. Sederhana, gampang, tapi
memerlukan kecepatan dan kelincahan yang ekstra. Kaki yang kurang kuat, kurang
pemanasan, tidak hati-hati, atau penempatan kaki yang tidak tepat, dapat
menyebabkan tergelincir atau bahkan mengakibatkan cedera otot/terkilir.
Persiapan
atau latihan yang bisa kalian lakukan adalah :
§
Lakukan pemanasan/peregangan sebelum memulai
§
Siapkan dua batang tiang dengan panjang
sekitar 2 meter. Tancakan tiang pada tanah lapang yang datar dengan jarak 10
meter. Jadikan tiang ini sebagai acuan untuk membentuk lintasan angka 8.
§
Persiapan dari salah satu sisi tiang menuju ke
tiang lainnya. Berlarilah sekencang mungkin dengan bentuk angka 8, dan jadikan
tiang sebagai acuan yang harus diputari. Memutar dapat dengan menghadap tiang,
juga dapat membelakangi tiang, namun jangan sampai menyentuh tiang.
§
Setiap berlari lakukan dalam 3 kali putaran.
Semakin cepat maka point kalian semakin besar. Idealnya adalah 20 detik untuk 3
kali putaran.
§
Ingat, kuncinya adalah pada kelincahan dan
kekuatan pijakan kaki. Untuk melatihnya kalian bisa melakukan aktivitas lari
dengan cara jingkat-jingkat. Adapun untuk kelincahan, kalian bisa latihan lari
sprint (lari cepat).
Tes Renang
Renang 25 meter dalam waktu maksimal 1 menit tanpa berhenti
dengan gaya apa saja yang kalian bisa. Jika melebihi waktu 1 menit maka kalian
tidak mendapatkan point dari tes ini. Namun kadang ada pula dalam tes fisik
yang perintah tesnya berupa renang dengan jarak 50 meter.
Persiapan atau latihan yang bisa kalian lakukan adalah :
§
Lakukan pemanasan/peregangan
sebelum memulai
§
Gunakan pakaian renang saat
berlatih
§
Dan berlatih lah di kolam renang.
§
Berlatihlah secara rutin 3 kali
seminggu, 3-4 bulan sebelum ujian kesamaptaan.
§
Berlatihlah dengan porsi bertahap
dengan targetnya bisa renang sejauh 25 meter dengan waktu maksimal 1 menit.
Semakin cepat waktu yang diperlukan semakin baik.